Desain dan Metode Penelitian Penerjemahan
Siniar ini menyajikan panduan komprehensif mengenai kerangka metodologis yang dirancang khusus untuk penelitian penerjemahan di tingkat sarjana. Siniar menekankan perbedaan mendasar antara rancangan penelitian, yang berfungsi sebagai struktur konseptual menyeluruh, dan metode penelitian, yang merupakan alat-alat spesifik yang digunakan untuk pengumpulan dan analisis data.
Sumber: Setiajid, H.H. (2026). Metodologi penelitian penerjemahan untuk pemula. Jogja Literary Translation Club.
Objek Studi dalam Penelitian Penerjemahan
Siniar ini menyajikan panduan metodologis untuk menentukan objek studi dalam bidang penelitian penerjemahan dan menekankan bahwa tesis berkualitas tinggi memerlukan unit terjemahan yang tepat, seperti kata, frasa, atau kalimat, bukan sekadar fokus yang samar-samar pada sebuah buku atau film secara keseluruhan.
Sumber: Setiajid, H.H. (2026). Metodologi penelitian penerjemahan untuk pemula. Jogja Literary Translation Club.
12 Area Penelitian Penerjemahan
Menentukan bidang penelitian tertentu merupakan langkah mendasar dalam studi penerjemahan yang menetapkan kerangka kerja dan metodologi bagi setiap penelitian akademis. Siniar ini menguraikan dua belas kategori berbeda dari kerangka konseptual yang dikenal sebagai “The Map,” tulisan William & Chesterman (2002), yang membantu para peneliti menjelajahi berbagai topik, mulai dari analisis teks dan penilaian kualitas terjemahan hingga teknologi dan etika profesi.
Sumber: Setiajid, H.H. (2026). Metodologi penelitian penerjemahan untuk pemula. Jogja Literary Translation Club.
