jltc

Selamat Tahun Baru 2022!

Oleh Christien Yueni

Jogja Literary Translation Club

Tahun baru selalu dimaknai sebagai titik awal untuk melakukan hal yang lebih baik dengan janji-janji dan resolusi untuk berbuat lebih dari tahun sebelumnya. Juga,  sebagai penanda betapa terikatnya kita kepada ruang dan waktu. Sebab tanpa penanda itu, kita akan merasa floating  di dunia tanpa batas yang mengerikan dan menakutkan. Kita adalah manusia yang membutuhkan sense of certainty, sekadar untuk meyakinkan keberadaan kita di dunia ini punya makna dan tujuan.

Demikian juga kita di JLTC. Perjalanan klub ini membutuhkan penanda-penanda waktu yang memungkinkan kita untuk mengetahui sampai di mana kita, apa yang kita capai, dan mau kemana kita selanjutnya.

Klub JLTC didirikan dengan filsofofi sederhana: yaitu menyatukan para penerjemah untuk sama-sama belajar dan berdiskusi tentang masalah-masalah penerjemahan. Klub ini bukan agen penerjemahan, melainkan kumpulan dari para penerjemah yang memiliki concern terhadap penerjemahan. Para noobs bisa belajar dari para penerjemah kawakan, dan para penerjemah yang sudah kenyang asam garam dunia penerjemahan bisa membagikan ilmunya kepada para noobs

Selama ini, klub JLTC telah banyak mengadakan pelatihan, webinar, dan juga diskusi untuk memperkaya khazanah kita tentang industri penerjemahan. Namun, seperti hakikat sebuah organisme yang hidup, klub JLTC juga membutuhkan ruang untuk berkembang untuk memberikan manfaat kepada para angggotanya. 

Dengan jumlah anggota yang kini mencapai 200 lebih, klub JLTC merasa perlu untuk mencari ruang yang lebih lega untuk bergerak dan berkembang. 

Bagaimana caranya? Salah satu cara yang kami tempuh adalah dengan mendaftaran klub ini secara resmi ke Kemeterian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenhukham RI). Mengapa ini dirasa perlu dan harus dilakukan? Dengan mendaftarkan diri sebagai perkumpulan resmi yang diakui negara, klub JLTC akan bisa melakukan lebih banyak hal, seperti misalnya menjalin kerja sama dengan institusi lain secara setara, menerbitkan buku ber-ISBN, menerbitkan jurnal penelitian terjemahan ber-ISSN, menjadi mitra dalam skema MBKM (Merdeka Belajar, Kampus Merdeka) untuk mahasiswa magang, dan masih banyak lagi. 

Dan upaya kami kini membuahkan hasil. Setelah perjuangan yang sangat melelahkan sejak bulan Mei 2021 untuk mengurus beragam administrasi yang disyaratkan, akhirnya Kemenhukham RI lewat Dirjen Administrasi Hukum Umum  menganugerahi klub JLTC dengan pengakuan resmi sebagai Perkumpulan Jogja Literary Translation Club yang resmi dan diakui negara dan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-0014496.AH.01.07.Tahun 2021.

“Namun, seperti hakikat sebuah organisme yang hidup, klub JLTC juga membutuhkan ruang untuk berkembang untuk memberikan manfaat kepada para angggotanya.” 

Klik untuk membesarkan

Sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Kini, peluang untuk mengembangkan perkumpulan JLTC makin terbuka lebar. JLTC kini adlah perkumpulan yang sah yang keberadaannya diakui, dijamin dan dilindungi oleh negara.

Tahun 2022 telah tiba, membawa dan menawarkan beragam peluang sekaligus tantangannya. Dengan menyandang legalitas status JLTC, mari kita eratkan tangan dan bersinergi menyambut hangat tahun 2022! 

Memulai Langkah sebagai Penerjemah

Oleh Anis Zulfi Amalia

Penerjemah Paruh Waktu,

Anggota JLTC No. 0145

Memulai karier di bidang apa pun bisa dikatakan tidak mudah, termasuk memulai karier di dunia penerjemahan. Namun, kesulitan di awal itu bukan berarti menjadi halangan bagi Anda yang bercita-cita menjadi penerjemah. Pertanyaan yang sering dilontarkan, “Bagaimana sih, biar bisa jadi penerjemah?” Mari kita temukan jawabannya di sini.

Penguasaan minimal 2 bahasa

Sebagai persyaratan awal, tentunya menjadi penerjemah mengharuskan Anda untuk setidaknya menguasai 2 bahasa. Jika hanya menguasai 1 bahasa saja, tentunya mustahil Anda bisa berkarier di dunia penerjemahan, dikarenakan kegiatan penerjemahan membutuhkan pemahaman 2 bahasa. Umumnya, pasangan bahasa yang sering dikuasai oleh penerjemah di Indonesia adalah Indonesia-Inggris atau sebaliknya. Namun, ada juga penerjemah yang menguasai pasangan bahasa lainnya, sehingga memungkinkan mereka untuk bisa mendapatkan pekerjaan dengan ranah bahasa yang lebih luas.

Memilih spesialisasi

Dunia penerjemahan memiliki cakupan bidang yang sangat tidak sedikit. Tidak hanya terbatas pada satu bidang keilmuan, seorang penerjemah juga bisa menerjemahkan berbagai bidang yang sesuai dengan kapasitasnya. Untuk itu, sebagai langkah awal,  Anda harus mulai memfokuskan kemampuan dengan memilih spesialisasi di bidang tertentu. Spesialisasi ini dinilai penting untuk membantu Anda dalam memfokuskan karier ke depannya. Contohnya, jika menyukai sastra, Anda bisa lebih berfokus pada penerjemahan fiksi atau novel.

Belajar menggunakan CAT Tools

Dalam kegiatan penerjemahan, seorang penerjemah ada kalanya juga dibantu oleh CAT Tools atau perangkat lunak komputer yang dirancang untuk mendukung kegiatan penerjemahan. CAT Tools ada beberapa macam, ada yang bisa diakses secara gratis, ada pula yang berbayar. Penggunaan tool ini sebenarnya tidaklah wajib, tetapi ada beberapa proyek penerjemahan yang mengharuskan Anda menggunakan bantuan CAT Tools. Dengan begitu, sebagai pelengkap skill, tidak ada salahnya jika Anda juga mencoba belajar menggunakan CAT Tools untuk menunjang karier.

Belajar cara pemasaran

Jika Anda memiliki pandangan untuk menjadi penerjemah lepas, maka kemampuan memasarkan jasa juga harus Anda miliki. Berbeda saat Anda bekerja di bawah naungan suatu perusahaan, Anda hanya perlu menunggu tugas dari perusahaan tersebut. Namun, sebagai penerjemah lepas, Anda harus mulai memasarkan jasa Anda secara independen. Memang sebagai langkah awal terkadang ada perasaan minder atau khawatir karena belum memiliki pengalaman apa pun.

Namun, jika Anda tidak memulai memasarkan jasa Anda sendiri, maka jangan berharap jika klien akan berdatangan.  Dalam memulai memasarkan jasa, Anda bisa memulai melakukannya di media sosial, di lokapasar khusus untuk freelancer (ProZ, Fivver, dsb), ataupun lewat profil LinkedIn Anda.

“Bergabung dengan komunitas atau grup penerjemah, seperti JLTC, HPI, atau grup penerjemah lain juga tidak kalah penting untuk dilakukan, mengingat networking di dunia penerjemahan bisa membuka peluang yang lebih besar bagi penerjemah.”   

Terus meningkatkan Skill

Sembari menunggu job pertama Anda datang, tidak ada salahnya untuk terus mengasah skill atau kemampuan. Kemampuan ini bisa berkaitan dengan kemampuan berbahasa, kemampuan menggunakan CAT Tools, maupun kemampuan lainnya yang masih ada hubungannya dengan penerjemahan. Meningkatkan skill secara terus menerus tidak akan sia-sia, dan pastinya akan sangat berguna bagi Anda ke depannya.

Itulah beberapa langkah awal yang bisa Anda siapkan untuk memulai karier di dunia penerjemahan. Selain langkah di atas, bergabung dengan komunitas atau grup penerjemah, seperti JLTC, HPI, atau grup penerjemah lain juga tidak kalah penting untuk dilakukan, mengingat networking di dunia penerjemahan bisa membuka peluang yang lebih besar bagi penerjemah.