Kontribusi Komunitas

Peran Pembaca Pruf dalam Menyempurnakan Teks Sasaran

Anis Zulfi Amalia

Penerjemah Purna Waktu

JLTC (0145)

Penerjemahan adalah sebuah kegiatan yang mampu menjembatani ide dan informasi, serta memungkinkan komunikasi dalam berbagai budaya dan bahasa yang berbeda. Keakuratan dan keefektifan sebuah penerjemahan sangat dipengaruhi oleh proses pemolesan akhir. Di sinilah pembaca pruf (proofreader) mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyempurnakanS, yaitu memastikan ketepatan linguistik, sensitivitas budaya, dan keterbacaan yang lancar.

Dengan bantuan pembaca pruf, teks terjemahan akan terhindar dari kesalahan penerjemahan serta mampu meningkatkan daya tarik pembaca terhadap teks terjemahan. Apa saja peran pembaca pruf?

Mempertahankan Integritas Linguistik
Keakuratan terjemahan merupakan aspek yang sangat penting dalam terjemahan. Terjemahan yang tidak akurat dapat menyebabkan hilangnya makna penting bagi pembaca. Pembaca pruf memastikan tidak adanya kesalahan tata bahasa, ketidakkonsistenan sintaksis, dan pilihan kata yang mungkin kurang sesuai dengan makna aslinya.

Tak hanya itu, pembaca pruf juga menyesuaikan bahasa yang digunakan dalam teks terjemahan sesuai dengan perkembangan bahasa masa kini. Dengan tetap mempertahankan integritas linguistik, hasil akhir dari teks terjemahan menjadi lebih terjamin dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.

Memahami Nuansa dan Konteks
Bahasa penuh dengan nuansa, idiom, dan unsur budaya tertentu yang mungkin tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa target. Pembaca pruf akan mengamati dan mempelajari secara mendalam nuansa dan konteks yang dimaksud dalam bahasa sumber sehingga teks terjemahan terhindar dari adanya perbedaan persepsi dan makna antara teks sumber dan teks sasaran.

Tugas pembaca pruf disini adalah memastikan dengan cermat bahwa teks sasaran benar-benar menyampaikan makna yang dimaksud dalam teks sumber dengan mempertimbangkan seluk beluk linguistik serta perbedaan budaya yang ada. Dengan demikian, teks sasaran akan menjadi lebih jelas dan terstruktur dengan baik.

Konsistensi dalam Teks Sasaran
Struktur kalimat serta konsistensi dalam penggunaan istilah, frasa, dan kosakata khusus pada teks sasaran harus menjadi prioritas penting bagi seorang pembaca pruf. Tanggung jawab pembaca pruf ialah memastikan keandalan bahasa yang digunakan, keterbacaan yang lancar, dan mencegah kebingungan bagi pembaca.

Mempertahankan konsistensi dalam teks sasaran adalah kunci untuk menghasilkan teks sasaran yang memiliki makna utuh dan mudah dimengerti dalam bahasa target. Terjemahan yang konsisten dan akurat adalah cerminan profesionalisme, dan dapat membantu menjaga reputasi perusahaan maupun individu yang menerjemahkan.

Sensitivitas dan Kesesuaian Budaya
Sensivitas dan kesesuaian budaya memiliki peran penting dalam proses penerjemahan. Sebab, bahasa dalam teks sumber sering kali menggunakan mencakup unsur budaya tertentu. Bilamana teks sasaran tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa lain, pembaca pruf akan menilai apakah teks sasaran sudah sejalan dengan norma budaya, nilai-nilai, dan kepekaan target audiens.

Dengan menyadari perbedaan budaya tersebut akan menjembatani keberhasilan komunikasi dalam teks sasaran serta mencegah pilihan bahasa yang menyinggung atau membingungkan yang timbul akibat perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa target.

Mematuhi Gaya Terjemahan yang digunakan 
Dalam menerjemahkan sebuah teks, penggunaan gaya terjemahan tertentu kadang diperlukan berdasarkan jenis teks sasaran atau standar industri tertentu seperti terjemahan hukum, medis, teknis, akademis, atau kreatif. Pembaca pruf harus memahami gaya terjemahan yang digunakan untuk memastikan bahwa terjemahan tersebut selaras dengan gaya yang sesuai, menjaga nada profesional, dan tidak mengubah esensi dari teks sasaran itu sendiri.

Selain itu, pembaca pruf harus mengacu pada panduan gaya terjemahan agar teks sasaran dapat terbaca dengan jelas dan tidak mengurangi kesan profesioanal, serta menjaga kepercayaan, dan reputasi dari penerjemah.

Kolaborasi dengan Penerjemah
Pembaca pruf biasanya berkolaborasi dengan penerjemah secara intens untuk menghasilkan terjemahan berkualitas tinggi. Pembaca pruf akan melakukan konsultasi awal serta mendiskusikan tentang panduan dan pedoman yang digunakan kepada penerjemah untuk mengetahui konteks, tujuan, dan harapan dari proses penerjemahan tersebut.

Meskipun disini pembaca pruf berhak untuk mengoreksi teks sasaran berdasarkan ketentuan yang sesuai, penting untuk tetap menghormati keahlian penerjemah, dan tetap mempertahankan pesan dan nuansa yang dimaksudkan dalam teks asli.

Mengatasi Pelokalan (Bahasa)
Selain penerjemahan, pelokalan bahasa merupakan proses adaptasi konten dengan preferensi budaya dan bahasa dari satu wilayah tertentu ke negara atau wilayah lain seperti pelokalan aplikasi seluler, konten pemasaran digital, dan pelokalan situs web. Dalam hal ini, tugas pembaca pruf ialah memastikan bahwa teks sasaran terasa alami dan sesuai dengan budaya spesifik pada negara atau daerah tersebut.

Pembaca pruf melakukan penelitian mendalam, pemahaman, dan kepekaan terhadap budaya lokal untuk memastikan bahwa teks sasaran yang dilokalkan merupakan teks yang autentik, penuh hormat, dan menarik bagi target audiens sehingga akan diperoleh kredibilitas konten dan reputasi penerjemah dan klien.

Pada dasarnya, ketelitian, keahlian linguistik, dan komitmen pembaca pruf untuk menjaga keaslian konten asli memainkan peran penting dalam memastikan hasil terjemahan dapat menyampaikan pesan yang dimaksud teks sumber secara efektif dalam berbagai bahasa dan budaya..

Benarkah Sastra Anak Sulit Diterjemahkan?

Yusuf Arimatea Neno

JLTC (0238)

Menerjemahkan sastra anak adalah tugas yang kompleks dan menantang, jauh dari sekadar mengganti kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Terdapat nuansa, emosi, dan elemen budaya yang harus dipahami dan ditransfer dengan hati-hati untuk menciptakan terjemahan yang sesuai dengan pembaca belia. Meskipun penuh dengan rintangan, bukan berarti tidak ada jalan keluar. Artikel ini akan menggali tantangan dalam menerjemahkan sastra anak dan menyajikan strategi yang dapat digunakan untuk mengatasinya.

Mendefinisikan sastra anak sulit dilakukan karena sastra dan anak memiliki arti yang luas (O’Connell, 1999). Di Indonesia biasanya masyarakat mendefinisikan sastra anak sebagai karya sastra untuk anak-anak yang belum menginjak usia remaja. Sastra anak memiliki banyak bentuk seperti buku, cerita pendek, lagu, puisi dll. Sastra anak memiliki tujuan untuk dapat membantu tumbuh kembang pikiran anak agar dapat mengeksplor imajinasi mereka dan daya pikir kritis. Sastra anak juga dapat membantu melatih kemampuan dasar anak yang dibutuhkan pada jenjang pendidikan selanjutnya (membaca, menulis, dan berhitung) (Kemdikbud, 2021).

Banyak sastra anak populer dari luar negeri yang menarik minat banyak anak-anak Indonesia khususnya dari negara berbahasa Inggris (Amerika, Inggris, Kanada dll). Terlebih film-film Disney dan Pixar yang sangat populer di kalangan anak-anak Indonesia. Salah satu kanal YouTube favorite, Coco Melon menjadi salah satu konten yang sering ditonton untuk mengisi waktu luang para anak-anak di Indonesia. Peran orang tua juga sangat penting dalam hal ini yaitu pengawasan dan menyaring sastra anak yang tepat, ini bertujuan agar terjauh dari literasi yang mengandung konten yang berpengaruh buruk kepada anak-anak mereka.

Peluang penerjemah untuk mengalihbahasakan sastra anak populer sangat besar untuk saat ini. Walaupun teknologi sudah sangat maju seperti teknologi mesin penerjemah dan AI (Artificial Intelligence) yang merajalela, penerjemah manusia masih memiliki posisi yang lebih tinggi karena lebih memahami konteks sosial budaya. Mesin penerjemah, untuk saat ini, memiliki keterbatasan dalam memamahi konteks budaya, seperti banyak ditemui dalam karya sastra. Di sisi lain, penerjemah manusia yang terlatih dan profesional memiliki kemampuan untuk memahami konteks sehingga dapat memberikan terjemahan berkualitas tinggi (Lin et al., 2010).

Manusia, untuk saat ini, memang masih belum tergantikan mesin dalam penerjemahan karya sastra. Namun, sastra anak bukan teks yang mudah untuk diterjemahkan. Bahkan mungkin beberapa penerjemah menganggap sastra anak adalah salah satu teks tersulit. Tantangan utamanya adalah konteks sosial budaya dan gaya bahasa spesifik yang sesuai dengan kemampuan berbahasa anak di tingkat usia masing-masing. Sastra anak sering berisi permainan kata, irama, visual, dan gaya bahasa lainnya sehingga mentransformasikannya ke dalam bahasa sasaran akan konpleks karena harus mempertahankan makna dan bentuk aslinya.

Selain itu, sastra anak sering memuat referensi budaya yang mungkin kurang akrab bagi anak-anak bahasa sasaran. Terakhir, sastra anak seringkali memiliki pembaca sasaran yang spesifik, yang berarti bahwa penerjemah harus mampu menyesuaikan bahasa dan gaya terjemahan agar sesuai dengan usia dan tingkat pembaca yang dituju (Joosen, 2019). Semua faktor tersebut membuat penerjemahan sastra anak menjadi tugas yang kompleks dan menantang.

Hal yang dilakukan untuk menerjemahkan sastra anak

Sastra anak diakui sulit untuk diterjemahkan tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan penerjemah untuk meningkatkan kualitas teks terjemahan, yaitu:

Perbanyak referensi dan latihan. Perbanyak membaca karya terjemahan dari penerjemah lain, baik itu berupa buku, cerpen, lirik lagu ataupun subtitle agar lebih membiasakan diri dengan strategi dan cara penerjemahan sastra anak yang baik. Mencari referensi dari buku maupun dari sumber digital agar penerjemah kaya akan padanan kata. Perbanyak latihan menerjemahkan untuk mengasah keterampilan.

Terapkan strategi penerjemahan yang berfokus pada kemudahan pembacaan dan menarik si pembaca. Pembaca sasaran sastra anak  adalah anak-anak kognisi verba mereka masih terbatas  sehingga mereka akan lebih tertarik jika disuguhi esuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan. Teks terjemahan bisa dikatakan sukses jika dapat  menarik atensi anak-anak yang membaca teks tersebut.

Libatkan anak-anak dalam proses penerjemahan (opsional). Umpan balik dari anak-anak pada teks terjemahan akan sangat berpengaruh positif dengan kualitas teks terjemahan yang dibuat. Namun, tidak semua penerjemah atau perusahan penerjemahan memiliki waktu atau sumber daya yang cukup untuk mengimplementasikan cara ini. Penerjemah dapat berfokus pada poin ke 2 atau dapat meminta tolong ke keluarga, kerabat, dan teman jika memiliki anak yang mau membantu dalam proses penerjemahan.

Tantangan dalam menerjemahkan sastra anak memang nyata, namun tidak berarti mustahil untuk diatasi. Dengan pendekatan yang cermat, empati terhadap pembaca usia belia, serta kreativitas dalam menjembatani perbedaan budaya dan bahasa, penerjemah dapat berhasil menghadirkan karya sastra anak yang menawan dalam berbagai bahasa. Upaya ini tidak hanya memperkaya perpustakaan anak-anak di seluruh dunia tetapi juga membuka pintu kepada pengertian dan apresiasi yang lebih dalam terhadap kekayaan budaya umat manusia. 

Pustaka

Kemdikbud. (2021). Buku Saku Pengembangan Literasi untuk Anak Usia 5-6 Tahun. UNICEF.

Lin, D., Murakami, Y., Ishida, T., Murakami, Y., & Tanaka, M. (2010). Composing Human and Machine Translation Services: Language Grid for Improving Localization Processes. https://www.researchgate.net/publication/220746917

Joosen, V. (2019). Children’s Literature in Translation: Towards a Participatory Approach. Humanities, 8(1), 48. 10.3390/h8010048

O’Connel, E. (1999). Translating for Children. In: Lathey, G. (2006). The Translation of Children’ Literature. Clevedon: Multilingual Matters.